Breaking

Wednesday, June 17, 2020

Kegiatan Pembuatan Faceshield di Tengah Wabah Pandemi Corona


Akhir-akhir ini sejak mewabahnya virus pandemi corona, masyarakat dihebohkan dengan minimnya ketersediaan masker. Masker medis yang biasa dijual di Apotik pun kini sangat langka untuk ditemui. Namun saat ini masker kain mulai menjadi pilihan dan dinilai cukup efektif mencegah virus corona. Tapi karena sifat yang menyerap air beberapa ahli masih meragukan keefektifan masker kain ini. Karena hal itu face shield saat ini mulai populer. 

HMJ TBIG kemudian memanfaatkan sedikit dana dan tenaga untuk mendistribusikan faceshield yang kemudian untuk dijual. Dana yang dihasilkan nanti akan digunakan sebagai dana charity untuk para medis. 

Kegiatan ini juga didukung oleh kepala jurusan Tadris Bahasa Inggris. Bahan utama yang digunakan untuk membuat faceshield ini diantaranya plastik mika, potongan fiber, dan karet kain. Kegiatan pembuatan ini berlangsung selama satu minggu. Kami membuat dua jenis faceshield, yaitu ada yang dinamis dan ada juga yang statis.


Selain teman-teman HMJ, beberapa dosen dan mahasiswa semester atas juga turut membantu dalam proses pembuatan faceshield ini. Setiap harinya HMJ mampu memproduksi hingga 20 faceshield. Pesanan pembuatan faceshield ini pun cukup banyak hampir menginjak 200 pesanan. 

Harga jualnya pun relatif murah, dari mulai 15 ribu hingga 20 ribu. HMJ TBIG tidak membuat versi dewasa saja, juga membuat versi anak-anaknya. Proses pembuatan facehsield untuk seluruh pesanan yang sudah masuk selesai pada hari Sabtu, 13 Juni 2020. Faceshield ini kemudian didistribusikan pada hari Senin, 15 Juni 2020.








No comments:

Post a Comment