Breaking

Monday, November 11, 2019

Professional Translator; An Alternative Career English Students


Telah menjadi budaya di IAIN Pekalongan bahwa setiap UKM atau Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pasti mengadakan seminar setidaknya satu kali dalam setahun. Agenda seminar juga termasuk dalam program kerja HMJ Tadris Bahasa Inggris tahun ini. Bekerjasama dengan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), sebuah seminar bertemakan “Penerjemah: Profesi Memikat Pendulang Dolar” diselenggarakan pada Sabtu, 9 November 2019.


Seminar tersebut berlangsung sejak pukul 09.00-16.00 WIB dan bertempat di Auditorium IAIN Pekalongan, Jl. Kusuma Bangsa No.9, Panjang Baru, Kota Pekalongan. Sekitar 230 peserta termasuk mahasiswa, dosen, dan umum mengikuti acara ini.

Dalam sambutan pembuka, kepala jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Pekalongan, Ibu Dewi Puspitasari, M.Pd. menyatakan bahwa menjadi guru bukanlah satu-satunya pilihan karier yang tersedia bagi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris. Faktanya, ada banyak pilihan karier lain dan salah satunya adalah dengan menjadi penerjemah. 

Senada dengan yang disampaikan oleh kepala jurusan, Yusril Asyhar selaku ketua HMJ Tadris Bahasa Inggris juga mengatakan bahwa setelah mengikuti kegiatan seminar ini diharapkan seluruh peserta yang rata-rata mahasiswa ilmu keguruan bahasa Inggris tidak kebingungan lagi harus memilih profesi yang ingin digeluti mereka selain menjadi guru, serta termotivasi oleh kiat-kiat yang yang dapat dilakukan untuk menjadi penerjemah profesional. 

Pernyataan ini diperkuat oleh Ibu Anna Wiksmadhara—penerjemah senior bidang hukum yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), yang menjadi pembicara dalam seminar ini. Beliau mengatakan bahwa kesempatan menjadi penerjemah terbuka lebar bagi siapapun yang mempelajari bahasa Inggris.


Ibu Wiksmadhara menjelaskan secara mendalam mengenai profesi penerjemah sebagai profesi alternatif yang memikat untuk didalami oleh para hadirin dalam dua sesi. Pada sesi pertama, beliau menguraikan tentang pengalaman beliau sebagai penerjemah profesional, menjawab pertanyaan seputar: apa itu profesi penerjemah, seperti apa kebutuhan dan pasar global terhadap profesi penerjemah beserta remunerasinya, apa yang dibutuhkan untuk bisa menjadi penerjemah, dan bagaimana memulai dan mempertahankan karier sebagai penerjemah. 

Ibu Wiksmadhara juga memperkenalkan secara singkat mengenai Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) serta peran organisasi ini dalam mendukung dan mengembangkan penerjemah Indonesia dengan mengadakan lokakarya dan pelatihan, serta tes sertifikasi nasional bagi mereka yang ingin menjadi penerjemah yang tersertifikasi. Di sesi kedua seminar, Ibu Wiksmadhara memberikan sesi pelatihan mengenai bagaimana seorang praktisi atau penerjemah profesional menghasilkan teks terjemahan yang lugas, mudah dipahami, dan sesuai dengan kaidah tata bahasa. Selanjutnya, peserta seminar dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya-jawab sebelum seminar diakhiri.


Seluruh peserta yang hadir tampak antusias dengan seminar ini, apalagi setelah mendengar begitu banyak penjelasan oleh narasumber yang memunculkan kesadaran bahwa menjadi profesi penerjemah merupakan salah satu pekerjaan yang sederhana di kalangan mahasiswa bahasa Inggris pada umumnya, namun memiliki provit yang besar terhadap karir. Harapan besar dari seminar ini kedepannya yakni dapat membimbing mahasiswa menemukan minat untuk mewujudkan kiat-kiat menjadi penerjemah profesional.

No comments:

Post a Comment