Breaking

Sunday, September 15, 2019

English Education Department of IAIN Pekalongan Introducing English to Children through Games



Sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBIG) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pekalongan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) menyelengarakan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Prodi bertajuk “Saung Nginggris Gejlig”. Program ini memiliki misi utama untuk merubah paradigma pembelajaran bahasa Inggris bagi anak, melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, sebagai tahap awal atau rintisan menuju kampung bahasa Inggris Gejlig.

Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang ada di wilayah Desa Gejlig Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Pada Jumat Jum’at (13/09/2019) sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Jurusan TBIG beserta dosen tim kelompok kerja (pokja) Saung Nginggris Gejlig melaksanakan kegiatan perdananya di SD Negeri 2 Gejlig.


Pada pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan media pembelajaran berupa permainan ular tangga bertemakan “Social Manners” dan pengayaan kosakata yang dikemas dengan media permaian “Ludo”. Di sini anak-anak belajar tentang etika dan tata krama dalam hidup bersosial sekaligus belajar bahasa ingggris. Materi pembelajaran ini merupakan aplikasi dari salah satu mata kuliah yang diberikan di jurusan TBIG, yaitu Teaching English to Young Learners (pembelajaran bahasa inggris untuk anak-anak). Anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan karena mereka bisa belajar sambil bermain.

Ketua Jurusan TBIG Dewi Puspitasari, M.Pd. selaku penanggung jawab kegiatan menuturkan bahwa program ini dilatarbelakangi salah satunya oleh tidak adanya lagi mata pelajaran bahasa Inggris pada tingkat sekolah dasar. “Dengan penghilangan mata pelajaran ahasa inggris pada tingkat sekolah dasar ini, ketika anak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dikhawatirkan mengalami keterlambatan dan kesulitan dalam belajar. Program ini merupakan salah satu ikhtiar kami mengubah paradigma berfikir masyarakat bahwa pembelajaran bahasa inggris untuk anak itu sulit dan terlalu dini. Seandainya bahasa Inggris ini diajarkan dengan metode yang tepat untuk usia anak-anak, misalnya dengan bermain dan bernyanyi, pasti akan berbeda hasilnya,” jelasnya.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Gejlig Nur Khasani, S.Pd. menyambut positif serta mendukung program pembelajaran bahasa inggris ini.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan pembelajaran bahasa inggris yang menyenangkan untuk anak-anak kami. Meskipun tidak masuk ke dalam kurikulum, dengan mengenal bahasa inggris sejak dini tentu akan berpengaruh positif pada anak ke depannya, khususnya dalam penguasaan bahasa inggris. Pihak sekolah berterima kasih kepada pihak kampus IAIN Pekalongan, khususnya Jurusan Tadris Bahasa Inggris, yang telah berbagi ilmu kepada anak-anak didik kami,” terang Nur Khasani.

"Kami siap mengkondisikan anak-anak, tentunya di luar jam kegiatan belajar mengajar, dan juga menyediakan tempat untuk kegiatan. Semoga program ini juga akan memperkuat kerjasama antara dua lembaga pendidikan, yaitu sekolah kami dengan kampus IAIN Pekalongan, khsusnya Jurusan Tadris Bahasa Inggris, dimana para mahasiswa dapat mengamalkan ilmunya serta anak-anak didik kami bisa belajar dari teman-teman mahasiswa."


No comments:

Post a Comment